Home » Aneh & Unik » AKU MERASA AKULAH PEMBUNUH SESUNGGUHNYA AYAH TIRIKU DAN AKU BENAR-BENAR BENCI DENGAN DIRIKU SENDIRI

AKU MERASA AKULAH PEMBUNUH SESUNGGUHNYA AYAH TIRIKU DAN AKU BENAR-BENAR BENCI DENGAN DIRIKU SENDIRI

Unikdanlucu.com – Aku memiliki seorang ayah tiri dan aku tidak menyukainya sejak dari dulu karena dia sangat galak dan gak sangat sama aku. Meski dia telah memiliki 2 orang anak dan telah menikah dengan ibuku tapi dia tak pernah menganggapku sebagai anaknya sendiri.

Hal ini bermula ketika waktu itu aku masih berusia 10 tahun dan pergi memancing lobster untuk ku jual dan hasilnya bisa aku pakai untuk jajan. Biasa klo memancing kan suka lupa waktu, begitu juga dengan diriku yang pulang hingga larut malam. Saat aku pulang ayah tiriku sudah menunggu diriku dengan sebuah sapu dan bersiap untuk memukulku. Benar saja, tak perlu pakai aba-aba dia langsung memukulku secara membabi-buta dan aku juga langsung menangis dan berteriak-teriak kesakitan. Ibuku yang melihatku diperlakukan seperti ini juga ikut menangis dan meminta ayah tiriku untuk berhenti memukulku tapi tidak digubrisnya, karena dia tetap saja memukul diriku sampai puas dan setelah itu aku disuruh jongkok semalaman tanpa diberi makan sama sekali. Hal inilah yang membuatku membenci dirinya, mengapa juga ibuku harus menikah dengan pria seperti ini? emangnya sudah tidak ada laki-laki lain di dunia ini yang lebih ganteng dan lebih baik dari dia?

aku-merasa-akulah-pembunuh-sesungguhnya-ayah-tiriku-dan-aku-benar-benar-benci-dengan-diriku-sendiri

Tapi karena didikannya yang sangat keras inilah akhirnya kedua kakak tiriku menjadi orang yang berprestasi dan sangat jujur di sekolahnya. Ayah tiriku memperlakukan kami semua sama tanpa pandang bulu. Karena aku cewek jadi aku harus melakukan pekerjaan rumah seperti, mencuci, memasak dan yang lainya secara mandiri. Sedangkan ibuku pergi ke ladang untuk bercocok tanam dan kadang jika ada pesanan dia juga mengantarkan batu bata dari rumah ke rumah. Ayah tiriku adalah seorang pengusaha batu bata dan telah menggeluti usaha ini selama bertahun-tahun hingga bisa menyekolahkan kami bertiga.

Akhir-akhir ini usaha batu bata sedang turun dan bahkan banyak pengusaha lain yang sejenis mulai meninggalkan bisnis ini. Aku dan kakakku kan masih sekolah jadi kami masih membutuhkan biaya yang cukup besar tapi keadaan ekonomi dari keluargaku sudah tidak cukup untuk membiayai itu semua. Saat aku mecuci piring di dapur aku melihat ayah tiriku sedang merokok dan nampak sedang menelepon seseorang untuk meminjam sejumlah uang. Dari percakapan itu aku melihat ayahku seperti orang yang sedang mengemis-ngemis agar diberikan pinjaman sebesar 2 juta rupiah. Melihat akan hal itu, hati ini terasa seperti tertusuk ratusan jarum dan rasanya itu sakit banget meski aku membencinya selama ini.

Handphone yang dipegang ayahku langsung aku ambil dan aku berbicara kepada orang yang ada di telepon itu, “Paman, kalo kamu gak mau pinjamin uang sama kami lupakan saja!!” sekalipun kamu mau meminjamkannya setelah aku ngomong kaya gini tapi kami tidak akan menerimannya!”.

Dan langsung kututup saja teleponnya dan pasti ayahku sangat kesal dengan apa yang telah aku lakukan ini. aku hanya melihat matanya yang menatap diriku dengan tajamnya, dan aku langsung masuk ke dalam kamarku. Aku sadar bahwa apa yang dia lakukan ini adalah untuk membiayai keperluan keluarga kami terutama keperluan biaya sekolahku yang masih SMA. Tak dapat dipungkiri aku masih membutuhkan uang darinya tapi aku juga tidak ingin menerima uang darinya lagi.

Akhirnya kedua kakakku telah selesai kuliah dan telah bekerja sehingga ayah tiriku meminta kepada mereka untuk mengirimkan uang tiap bulan untuk keperluan bulanan di rumah. Uang yang dikirim oleh kedua kakakku dipakai untuk biaya sekolah dan biaya obat ibuku yang sakit darah tinggi , kolesterol dan diabetes.

Setelah aku lulus kemudian aku mendaftarkan di salah satu perguruan tinggi yang selama ini aku idam-idamkan dan diterima. Sudah tentu aku sangat bahagia, tapi berita kebahagiaanku ini langsung sirna seketika sebab kabar buruk tiba-tiba saja datang dari rumah. Dikabarkan ayah tiriku tertabrak mobil saat buru-buru keluar dari rumah dan tidak dapat diselamatkan ketika telah berada di rumah sakit.

Tak pernah kusangka orang yang kubenci selama ini akan meninggalkan kami dengan cara seperti ini. Aku dan kedua kakakku yang telah pulang dari tempat kerjanya langsung menangis  dan berlutut di depan mayat ayah tiriku.

“Pa…Pa…Pa…aku tidak pernah memanggilmu papa selama ini. aku selalu saja memanggilmu dengan panggilan Paman. Aku minta maaf, papa,” teriakku.

Dan aku juga tau seberapa kencang aku berteriak dia sudah tidak dapat mendengar teriakanku lagi dan hati ini benar-benar terasa sangat hancur sekali.

Ketika prosesi pemakaman telah usai, saat kami hendak membakar seluruh barang peninggalan dari ayah, saat itu juga aku menemukan sebuah surat dari dokter yang menyatakan bahwa ayah tiriku ini telah mengidap penyakit kanker stadium akhir selama setengah tahun terakhir ini.

Jelas saja sopir itu mengatakan bahwa ayahku tiba-tiba berlari ke arahnya dan mengakibatkan dia tidak bisa mengendalikan laju dari mobil yang dikendarainya. Kini aku baru mengerti kenapa dia melakukan semuanya ini, bahkan dia rela mengorbankan biaya pengobatannya sendiri dan memutuskan untuk melakukan bunuh diri saja agar bisa mendapatkan uang dari asuransi dan bisa digunakan untuk biaya kuliahku.

Hari itu dia memakai baju dan sepatu baru dan berkata kepada ibuku agar menjaga anak-anaknya dan menyekolahkanku hingga aku lulus kuliah sebelum akhirnya dia bunuh diri.

Aku tidak menyangka ini semua akan dilakukan oleh ayah tiriku, dia ternyata lebih mementingkan diriku selama ini dari pada kesehatannya sendiri. Sejak saat itu aku menggunakan uang dari hasil asuransi untuk biaya kuliahku meski dengan perasaan yang bersalah yang selalu menghantuiku. Baca juga informasi mengenai PACAR IBU TIRIKU MEMBUKA SELIMUTKU DAN MULAI MELAKUKAN INI.

x

Check Also

Viral! Aksi Polantas Terhadap TNI Ini Layak Untuk Ditiru

Unikdanlucu.com – Warganet belum lama ini dikejutkan dengan rombongan TNI yang mendadak dihentikan oleh Polantas ...