Home » Aneh & Unik » Aneh! Mitos Masa Lalu tentang Keperawanan, Ternyata banyak yang Gak Masuk Akal

Aneh! Mitos Masa Lalu tentang Keperawanan, Ternyata banyak yang Gak Masuk Akal

Unikdanlucu.com – Sejarah memang telah mencatat banyaknya budaya masa lalu untuk melihat keperawanan seorang wanita sebagai sesuatu yang sungguh sangat berharga dan keperawanan itu dianggap sebagai kehormatan yang sangat berarti bagi seorang perempuan. Memang bukan hanya di zaman kuno saja, di zaman modern ini saja ternyata masih ada yang mempunyai anggapan demikian.

Keperawanan seorang perempuan ternyata dinilai sebagai sebuah symbol bahwa dia mampu untuk mengendalikan dirinya dari kebanyakan orang. Kehilangan keperawanan sebelum menikah memang sebuah aib dalam dibeberapa budaya dan lingkungan keagamaan. Namun dengan ada banyak hal memang yang disengaja maupun tidak disengaja yang dapat membuat seorang perempuan tidak perawan lagi. Walaupun begitu, masyarakat telah melupakan sebuah kepercayaan yang sungguh konyol seperti telah menguji keberadaan selaput dara dengan menyuruh para gadis perawan untuk menduduki asap api batu bara.

Bukan hanya itu saja, kepercayaan untuk melakukan sebuah tes keperawan tersebut tidak hanya dilakukan menggunakan batu bara saja Berikut ini beberapa tes dari zaman kuno yang dipercaya bisa menentukan seorang gadis perawan atau tidak:

  1. Gadis Perawan Sangat Jarang Buang Air Kecil

Pada zaman dulu beberapa mempercayai bahwa gadis perawan itu lebih jarang buang air kecil. Tabib kala itu seperti Pliny the Elder sangat percaya bahwa tubuh seorang perempuan yang tak perawan lebih sering bocor/ sering buang air kecil. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan lignite atau jet. Lignite adalah sejenis arang batu yang telah dimasukkan ke dalam air dan kemudian diminum oleh sang gadis. Waktunya akan dihitung seberapa berapa lama seorang gadis itu untuk buang air kecil. Jika memang sangat lama, berarti perempuan itu masih perawan. Namun sebaliknya jika cepat, wanita itu akan dinyatakan tidak perawan lagi.

  1. Bisa Diendus Binatang

Sebuah mitos yang beredar pada zaman dulu tes keperawanan dengan menggunakan hewan dan tumbuhan. Telah dikatakan jika seorang gadis perawan dapat menjinakkan hewan buas, seperti seekor unicorn yang diketahui bahwa hewan mistis yang liar dan sulit untuk dijinakkan.

Contoh lainnya telah disebuutkan bahwa pada Abad Pertengahan, seorang gadis Romawi yang seharusnya telah diterkam harimau, malah mampu menjadikan hewan buas itu menjadi jinak seperti seorang kucing yang duduk manis disampaingnya. Hal itu dipercaya saat itu karena gadis itu berstatus masih perawan.

Lalu ada sebuah mitos setiap kali seorang gadis bisa memetik hasil panen pertamanya, maka tanaman tersebut akan langsung mati. Namun bagi masyarakat Yunani Kuno telah percaya bahwa ular itu hanya mau jika diberi makan oleh seorang perempuan suci saja. Sementara adalah sebuah mitos warga Inggris Kuno telah mempercayai bila perempuan bisa berjalan di antara kerumunan banyak serangga tanpa disengat, berarti dia memang masih perawan.

  1. Tes Keperawanan dengan Benang

Beberapa masyarakat kuno telah mempercayai bahwa benang menjadi sebuah alat penguji keperawanan seorang perempuan. Hal itu telah dikemukakan oleh Helkiah Crooke. Namun, Crooke adalah seorang dokter istana yang sangat terhormat pada masa Raja James tahun 1600-an, juga telah dikenal dengan hasil kerjanya dibidang anatomi.

Menurut Crooke jika sehelai benang yang telah ditarik dari puncak hidung seorang perempuan ke dasar tengkoraknya, dan ukuran itu muat setelah dipasangkan ke lehernya, maka dia masih perawan. Namun jika tidak muat maka perempuan itu dinyatakan tidak perawan lagi.

Baca juga informasi mengenai Selain Rampas Motor Dan Harta Korban, Pelaku Juga Memperkosanya.

Sekian beberapa informasi mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat pada zaman dahulu.

x

Check Also

Viral! Aksi Polantas Terhadap TNI Ini Layak Untuk Ditiru

Unikdanlucu.com – Warganet belum lama ini dikejutkan dengan rombongan TNI yang mendadak dihentikan oleh Polantas ...