Home » Cinta » “Bukan Uangmu Yang Sedang Kutunggu, Berikan ‘Sedikit WaktuMU’ Untuk Ibu” Cerita Ibu Yang Bisa Membuat Anda Menangis

“Bukan Uangmu Yang Sedang Kutunggu, Berikan ‘Sedikit WaktuMU’ Untuk Ibu” Cerita Ibu Yang Bisa Membuat Anda Menangis

Unikdanlucu.com -Memperingati Hari Ibu yang telah jatuh pada tanggal 22 Desember kemarin, tentunya mengingatkan Anda pada perjuangan seorang ibu demi bisa membahagiakan kehidupan Anda. Tak ada pengorbanan sejati yang melebihi besarnya pengorbanan ibu pada anaknya. Oleh karena itu, ikatan batin dan kasih antara ibu anak tidak akan bisa dipisahkan oleh waktu dan jarak.

Memang sudah sepatutnya, seorang anak pun akan membalas kasih sayang seorang ibu dengan memberikan kebahagiaan dan ketenangan pikiran. Menurut Nana Gerhana, M.Psi., seorang psikolog, anak sangat wajib dan harus bertanggung jawab untuk mengurus serta memberikan perhatian lebih kepada Ibunya. “Untuk anak hal yang paling penting dapat kita lakukan untuk ibu kita adalah dengan memberikan mereka perhatian,” tulis Nana. Selain itu, Nana juga telah menekankan bahwa sebuah jalinan komunikasi yang intensif dan berkualitas dengan sang Ibu merupakan suatu kewajiban dari anak.

Hal ini sangat perlu diperhatikan, apalagi bagi Anda yang super sibuk dengan pekerjaan, bahkan berada jauh dengan Ibu Anda, maka anak seharusnya bisa meluangkan waktu untuk bisa sekedar menanyakan atau memberikan kabar kepada Ibunya secara rutin. Nana pun menyarankan agar Anda bisa menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita dari sang Ibu dan menghabiskan waktu sebaik-baiknya bersama sang Ibu.

Ada sebuah kisah nyata, cerita ini sudah viral di berbagai media. Begitu perih, menceritakan rasa rindu seorang anak kepada ibunya.

Kecelakaan telah berhasil merenggut orang yang dikasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku saat ini di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu untuk mengurus rumah dan seorang anak yang masih sangat kecil. Begitulah yang kurasakan,karena selama ini aku bisa merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku sendiri, dan gagal untuk menjadi seorang ayah sekaligus menjadi ibu untuk anakku.

Suatu hari, ada urusan yang sangat penting di tempat kerja, aku harus segera ke kantor, anakku masih tertidur pulas. Tapi aku harus bisa menyediakan makan untuknya. Karena masih tersisa sedikit nasi, jadi aku menggoreng telur untuk makanan dia. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk itu, kemudian aku bergegas dan segera berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang telah kujalani ini, membuat energiku benar-benar sangat terkuras. Saking capenya hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung menuju ke kamar tidur tanpa makan malam.

Namun, ketika aku sempat merebahkan badan ke tempat tidur untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan ternyata ada sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimutku.

Aku menjadi begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian dan langsung memukul anakku yang sedang bermain. Dia hanya bisa menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

“Ayah, tadi aku memang merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah juga pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa adanya orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakannya sebagai air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk aku . Karena aku takut mie’nya akan dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut ayah supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku benar-benar minta maaf,ayah … “

Seketika, air mata sang ayah mulai mengalir di pipiku, tetapi ayahnya tak ingin dilihat oleh anaknya ayahnya menangis, maka berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower untuk menutupi tangisannya. Setelah beberapa lama, lalu ia menghampiri anaknya tadi dengan pelukan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya tadi.

Ketika semuanya sudah selesai dan sudah tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan saat itu aku melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, namun ternyata karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun sudah berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk bisa memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang sebagai seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta juga memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan segera lulus dari taman kanak-kanak. Untungnya, insiden yang telah terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia pun sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun, belum lama ini aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anakku ini absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pun pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya berada di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan sangat gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan demi pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan,“Aku minta maaf, ayah“.

Selang beberapa lama setelah aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang telah diadakan oleh sekolah, karena yg diundang itu adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan kenapa dirinya tidak hadir karena ia tidak mempunyai seorang ibu. Beberapa hari setelah insiden itu anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya saat ini mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku sering mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin jika istriku masih ada dan melihatnya ia pasti akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

bukan-uangmu-yang-sedang-kutunggu-berikan-sedikit-waktumu-untuk-ibu-cerita-ibu-yang-bisa-membuat-anda-menangis

Waktu berlalu begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku kembali membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerjaku, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat memang sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun menjadi kurang bagus. Mereka menelponku dengan marah-marah, hanya untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa mencantumkan alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukulnya lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini memang sudah benar-benar keterlaluan.

Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk bisa menjelaskan alasannya melakukan itu. Setelah itu saya pun pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut dan bergegas pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku lalu mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang  memang ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu sebenarnya untuk ibu…”. Tiba-tiba mataku langsung berkaca-kaca. …. tapi aku terus mencoba untuk bisa mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu harus memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?”

Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang sangat lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, dia terlalu tinggi bagiku, sehingga aku pun tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali lagi ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku pun mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, dan bingung karena tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Aku pun bilang pada anakku,

“Nak, ibu saat ini sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibumu, cukup dengan membakar surat tersebut saja maka surat itu akan sampai kepada ibumu. Setelah mendengar hal ini, anakku menjadi lebih tenang dan setelah itu ia pun bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji kepadanya akan membakar surat-surat itu, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi karena penasaran dibacalah surat itu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya langsung hancur. Isinya ‘ibu sayang’, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolahku, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak hadir, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah hal ini karena aku takut nanti ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk bisa menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah pun keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam saja, ayah memukulku tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Ibu, setiap hari aku melihat ayah sangat merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di dalam kamarnya. Aku pikir kita berdua memang amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai bisa melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul kembali ke dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku mengatakan jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan bisa melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul kedalam mimpiku ?

Setelah membaca surat itu, tangis ayahnya tidak bisan dibendung karena dia tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak bisa digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku.

Baca juga informasi mengenai Aneh! Hanya Gara-gara Mancing di Laut Yang Paling Dalam, Nelayan Ini Menemukan Makhluk-Makhluk Mengerikan.

x

Check Also

Dijual Rp. 40 Juta, Cermin Mahal Ini Bisa Diajak ‘Tersenyum’

Unikdanlucu.com – Siapa sangka sebuah cermin yang berharga mahal ini bisa diajak tersenyum karena memiliki ...