Home » Aneh & Unik » Kejam! Orangutan di Kalimantan Tengah Ini Dibantai, Dimasak dan Dimakan. Kasusnya Viral!

Kejam! Orangutan di Kalimantan Tengah Ini Dibantai, Dimasak dan Dimakan. Kasusnya Viral!

Unikdanlucu.com – Orangutan ini adalah salah satu spesies yang dilindungi karena jumlahnya sudah sangat langka. Bahkan menurut informasi yang beredar, di Kalimantan hanya tersisa 54 ribu ekor Orangutan. Tapi jumlah ini semakin hari semakin menurun karena adanya kasus pembantaian terhadap Orangutan yang berada di dekat kebun kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Terkuaknya kasus ini setelah Daniel Johan selaku Wakil Ketua Komisi IV DPR mendapatkan laporan dari warga sekitar yang mengaku telah melihat pembantaian Orangutan tersebut. “Alasan terjadinya pembantaian terhadap Orangutan ini karena hewan primata itu dianggap telah mengganggu dan dapat merusak tanaman sawit milik para warga. Orangutan ini dibunuh dengan menggunakan senapan angin, kemudian lehernya digorok, setelah itu dimasak dan dimakan secara ramai-ramai,” ujar Daniel.

Hingga saat ini kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian Kapolres Kapuas. Seperti yang disampaikan oleh AKBP Jukiman Situmorang, “Anggota kami telah menemukan barang bukti berupa tulang belulang, sisa daging orangutan, serta senapan angin yang digunakan untuk membunuh primata tersebut. Kami juga telah menangkap pelakunya sebanyak 10 orang. Menurut pengakuan mereka, ini adalah pertama kalinya mereka membunuh orangutan itu. Dan selama ini mereka tidak pernah memakannya. Entah ada keinginan memasak dan memakan, memang nyatanya mereka makan. Kami juga menilai ini merupakan kejadian pembunuhan terhadap spesies yang dilindungi jadi para pelaku akan mendapatkan hukuman yang setimpal.”

Bagaimana Menurut Kalian?

Baca Juga Informasi Mengenai Dibutuhkan Admin Twitter Untuk Ngetwit Akun Ratu Elizabeth II, Gaji Rp. 500 Juta/Tahun. Minat?

x

Check Also

Viral! Aksi Polantas Terhadap TNI Ini Layak Untuk Ditiru

Unikdanlucu.com – Warganet belum lama ini dikejutkan dengan rombongan TNI yang mendadak dihentikan oleh Polantas ...