Home » Aneh & Unik » Unik! Ibu Kos Mengharuskan Pengguna Untuk Masukkan Koin Tiap Menyiram Toilet

Unik! Ibu Kos Mengharuskan Pengguna Untuk Masukkan Koin Tiap Menyiram Toilet

Unikdanlucu.com – Memang wajar jika kita diharuskan membayar ketika menggunakan toilet umum sebab ada biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya perawatan dan kebersihan toilet tersebut. Namun bagaimana jadinya jika kita diharuskan membayar di dalam toilet apartemen yang telah kita sewa? Tentu itu adalah sebuah masalah yang akan mengganggu sekali bukan?

Namun ini benar-benar terjadi di salah satu apartemen yang ada di Melbourne, Australia. Dimana sang pemilik apartemen memasang alat pembayaran koin di dalam toilet apartemen yang disewakannya itu. Oleh sebab itulah sang penyewa merasa geram dengan kebijakan yang diterapkan oleh si pemilik apartemen.

Dan berikut adalah foto yang diungggahnya beserta curhatannya di dalam situs Reddit,

Unik! Ibu Kos Mengharuskan Pengguna Untuk Masukkan Koin Tiap Menyiram Toilet

“Aku paham bahwa kita harus membayar setiap kali menggunakan mesin cuci umum. Tapi aku kan juga bayar biaya air untuk apartemenku. Biaya itu sudah termasuk biaya sewa. Pemilik apartemen mengatakan bahwa biaya tersebut dikenakan sebagai inisiatif pemerintah untuk menghemat penggunaan air. Tapi kenapa harus toilet juga? Kenapa dia harus mengumpulkan uang yang didapatkannya dari setiap penggunaan toilet itu sendiri?”

Akhirnya karena telah terlanjur marah, si penyewa itu menceritakan apa yang tengah dia alami kepada para tetangganya dan ketika dia menghubungi kepada konsultan penyewaan apartemen, rupanya tindakan dari si pemilik apartemen itu adalah tindakan yang ilegal sebab itu bukanlah merupakan hak si pemilik apartemen untuk menarik biaya atas penggunaan toilet yang telah disewakannya.

Baca Juga Informasi Mengenai Heboh! Wanita Ini Menyelundupkan Seorang Pria di Dalam Kopernya

x

Check Also

Viral! Aksi Polantas Terhadap TNI Ini Layak Untuk Ditiru

Unikdanlucu.com – Warganet belum lama ini dikejutkan dengan rombongan TNI yang mendadak dihentikan oleh Polantas ...